Monday, December 28, 2020

Penerapan Tradisi Sinoman di kelas/Sekolah SDN Sawojajar 02 Kab. Brebes

 



  1. Latar Belakang 

SDN Sawojajar 02 terletak di wilayah utara  Kabupaten Brebes yaitu Desa Sawojajar, sangat dekat dengan wilayah laut Utara Pulau Jawa. Masyarakatnya sebagian besar mempunyai pekerjaan sebagai nelayan. Masyarakatnya sangat kental sekali dengan nilai gotong royong. Hal itu dapat terlihat dari masih lestarinya kearifan Lokal budaya lokal seperti sinoman. Sinoman adalah gotong royong suatu masyarakat untuk membantu warga masyarakat lainya yang sedang melakukan hajat besar, seperti hajatan, membangun rumah, dsb. Masyarakat brebes lebih banyak melakukan sinoman untuk membantu tetangga/saudara yang hajatan. Dalam sinoman banyak warga membaur tak terbatas oleh perbedaan status ekonomi, agama. Mereka bergotong royong dalam suasana kegembiraan membantu tetangga/saudara yang sedang mempunyai hajat besar. Sinoman menyatukan banyak pihak dan mampu meleburkan berbagai konflik yang mungkin pernah terjadi. SDN Sawojajar 02 yang berada di tengah-tengah masyarakat Desa Sawojajar yang begitu kental dengan gotong royong dalam kearifan lokal kabupaten Brebes pada kenyataannya masih belum memperlihat nilai-nilai tersebut dalam kegiatan di kelas atau sekolah. Selain kaya dengan kearifan lokal Desa Sawojajar juga kaya dengan hasil laut yang melimpah dan  juga belum mempunyai produk khas daerah Desa Sawojajar. Hal inilah yang membuat saya mencoba melakukan implIkasi kearifan lokal tradisi Sinoman pada kegiatan pembelajaran di kelas atau sekolah. Hal tersebut sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam merdeka belajar bahwa pendidikan menuntun murid mempunyai budi pekerti, yang tak terpisahkan dari budaya yang melatarbelakanginya. 

Sinoman mengandung nilai gotong royong dalam suasana yang penuh kegembiraan dan Kebahagiaan. Ciri dari kegiatan kelas/ sekolah adalah kegiatan yang melibatkan banyak orang yang mencerminkan kegotong royongan dan kerukunan dalam suasana kegembiraan dan kebahagiaan. 

  1. Deskripsi Aksi Nyata

Implikasi tradisi sinoman pada pembelajaran di sekolah, saya jabarkan lebih lanjut Sinoman menjadi Sinergi Norma Manfaat. Sinoman juga merupakan wujud manfaat dari pengamalan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Dalam Sinoman terdapat nilai spiritual, nilai sosial, nilai kerukunan dan gotong royong dan nilai ekonomis. 

Pertama Nilai Spiritual

Masyarakat Brebes mempunyai pandangan bahwa melaksanakan sinoman dapat mendekatkan diri pada agama. Karena di dalamnya terdapat seremonial ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME atas suatu nikmat yang besar dan pelaksanaan menyambung silaturahmi atau persaudaraan.

Kedua, Nilai gotong royong dan kerukunan.

Hal ini dapat diamati dari praktik sinoman itu sendiri, dimana setiap anggota masyarakat saling membantu, tanpa melihat status seseorang, agama dan ras. Dengan demikian, suatu pekerjaan dan kegiatan yang awalnya berat bisa menjadi ringan. Sinoman juga bisa meredam dan menghilangkan konflik yang ada karena melarut dalam kebersamaan dan kegembiraan suasana sinoman.

Ketiga, makna sosial.

Tradisi sinoman dijadikan sebagai media mempertemukan antar anggota masyarakat. Ditinjau dari segi sosial, masyarakat Brebes meyakini bahwa sinoman mampu menjadi perekat sosial. Sinoman dapat mempertemukan masyarakat tanpa melihat status sosial dan mempertemukan mereka dalam satu kepentingan. Tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin.

Keempat Nilai Ekonomis

Sinoman meringankan beban biaya dari suatu kegiatan karena gotong royong yang didasari rasa ikhlas yang tidak menuntut suatu bayaran. Dalam sinoman juga menghasilkan produk yang juga bisa memberikan pelatihan ketrampilan ekonomis yang berguna menambah ketrampilan hidup bagi masyarakat.

Alasan saya menerapkan tradisi sinoman di sekolah adalah keinginan untuk lebih menyatukan warga sekolah sekaligus memberi pelatihan ketrampilan hidup dan menghasilkan produk yang bisa menambah kesejahteraan warga sekolah

Hasil utama dari implikasi tradisi sinoman di kelas/sekolah SDN Sawojajar 02 suatu produk yang bisa dijadikan produk kreativitas lokal yang menjadi produk kelas atau sekolah. 

Tujuan penerapan tradisi sinoman di kelas/sekolah SDN Sawojajar 02:

1.  Menjadi perekat warga sekolah    

2.  Menjadi wadah pemelihara tradisi Sinoman sebagai kearifan budaya lokal Kabupaten Brebes

3. Menguatkan tertanamnya nilai spritual, gotong royong, kerukunanan warga sekolah dan masyarakat pada umumnya

4. Wadah diskusi yang penuh rasa kekeluargaan dalam memajukan sekolah, pendidikan dan masyarakat

5. Memberi ketrampilan hidup untuk peserta didik

6. Menghasilkan produk kearifan lokal yang kreatif.

 

Rincian Pembelajaran Sinoman di kelas dan Sekolah

1.      Materi Awal tentang Sinoman

2.      Pembelajaran Nilai Budi Pekerti, teori dan praktek

a. Keramah-tamahan dalam menyambut tamu

b. Sopan santun berbicara kepada tamu

c. Sopan santun berinteraksi dengan tamu

d. Sopan santun menyajikan hidangan

3.      Pembelajaran ketrampilan hidup

a.  ketrampilan hidup Non produk

1. Ketrampilan menata ruangan

2. Ketrampilan menata sajian

b.  Ketrampilan hidup menghasilkan produk

1.  Ketrampilan membuat minuman

2.  Ketrampilan membuat jajanan dan makanan

Aksi nyata implikasi tradisi sinoman yang sudah dilakukan di SDN Sawojajar 02, Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes dimulai sejak awal November 2020, dengan rincian sebagai berikut sebagai berikut:

  1. Sosialisasi Program Implikasi di kelas dan sekolah

Sosialiasi rencana program implikasi sinoman di kelas/sekolah pada forum guru SDN Sawojajar 02, dan melalui medsos wa kepada murid dan wali murid. Membentuk grup kelompok sinoman.

  1. Pelaksanaan perdana implikasi kegiatan sinoman pada kelas 6

Sebagai awal pelaksanaan perdana implikasi kegiatan sinoman dilakukan dikelas 6. Saya bekerja sama dengan guru kelas dan mengambil satu kelompok beranggotakan 5 murid kelas 6. Saya membuat grup wa sinoman untuk membahas kegiatan sinoman yang akan dilaksanakan. Pada masa pandemi ini untuk sinoman yang melibatkan murid dengan jumlah banyak belum memungkinkan sehingga sebagai awal kegiatan sinoman dilakukan dalam kelompok kecil. Pembahasan dan penjelasan tentang apa yang akan dibuat dalam kegiatan sinoman dilakukan lebih banyak dilakukan secara online di grup sinoman. Untuk pelaksanaan sinoman disepakati dirumah salah satu murid kelas 6. Yang akan kita buat adalah pembuatan jajan nagasari/pipis dengan beberapa tambahan kreativitas. Sinoman perdana ini adalah sebagai panduan awal contoh pelaksanaan sinoman kelas untuk kelompok sinoman yang lain di sekolah. Dalam sinoman perdana ini saya menjadi pemandu utama, rekan guru yang lain sebagai pendukung.

Berikut langkah-langkah dalam kegiatan sinoman perdana di kelas 6, yaitu:

  1. Membuat grup sinoman di WA

  2. Membahas produk yang akan dibuat dan penentuan tempat pelaksanaan sinoman.

  3. Membuat pembagian tugas dalam pelaksanaan sinoman kelas, meliputi pembagian penyediaan alat dan bahan, pembagian pengerjaan mulai dari penyiapan bahan sampai pengolahan bahan, dan perekaman dokumentasi.

  1. Hasil dari Aksi Nyata

Hasil dari Aksi nyata implikasi tradisi sinoman dalam pembelajaran di kelas/sekolah di SDN Sawojajar 02 dalam pelaksanaan sinoman kelas/sekolah perdana adalah berupa produk kreatif jajanan tradisional yaitu kue pipis/nagasari gulung dengan beberapa varian isi coklat dan pisang. Kue nagasari original biasanya dibungkus dengan daun pisang dan isinya hanya pisang. Kelompok sinoman telah membuat kreativitas dengan pengubahan bentuk kue yang digulung dengan adonan dan varian isi selain pisang. 



Gambar kue pipis nagasari Gulung hasil kreatifitas Kelompok sinoman 

Kelas 6 SDN Sawojajar 02

  1. Pembelajaran yang di dapat dari pelaksanaan

  1. Kegagalan 

Kegagalan dalam impilikasi tradisi sinoman di kelas/ sekolah, yaitu:

  1. Belum berhasil menghasilkan produkyang layak di jual. Tampilan, dan rasa masih belum memuaskan

  2. Kegiatan sinoman berikutnya belum bisa dilaksanakan oleh kelompok sinoman yang lain

  3. Belum banyak warga sekolah, orang tua, guru yang memahami dan mendukung keberlanjutan pelaksanaan implikasi tradisi sinoman dikelas/sekolah, dikarenakan masa pendemi covid 19 masalah pendanaan dalam kegiatan jadi terbatas dan kegiatan berkumpul dan tatap muka juga dibatasi.

  1. Keberhasilan 

Keberhasilan dalam pelaksanaan implikasi tradisi sinoman di kelas/ sekolah, yaitu

  1. Terbentuknya kelompok sinoman yang beranggotakan para murid

  2. Terjalinnya gotong royong dan keakraban murid dalam pelaksanaan kegiatan

  3. Masuknya kearifan nilai kearifan lokal kabupaten Brebes dalam pembelajaran di kelas/sekolah

  4. Terciptanya satu resep kreatif jajanan tradisional

  5. Terciptanya satu video tutorial pembuatan kue tradisional kreatif


  1. Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Setelah menganalisa kegagalan dari pelaksanaan implikasi tradisi sinoman di kelas/sekolah rencana perbaikan yang akan dilakukan antara lain:

  1. Melibatkan orang tua sebagai pendamping dalam pelaksanaan kegiatan sinoman kelas/sekolah

  2. Membentuk kelompok sinoman yang lebih banyak anggotanya untuk meringankan biaya, yang tadinya 5 menjadi 8-10

  3. Membuat jadwal giliran kelompok sinoman dalam pelaksanaan sinoman kelas perminggu untuk membuat produk sehingga kegiatan sinoman terlaksana tiap minggu, tapi tidak memberatkan murid dan orang tua.

  4. Terus memberikan sosialiasi kepada warga sekolah untuk mendapatkan dukungan dari seluruh warga sekolah.

  5. Dokumentasi kegiatan yang lebih lengkap.


 


Lampiran 



Gamabar 1. Sosialisasi implikasi tradisi sinoman kelas/sekolah melalui WA







Gambar 2. Pembahasaan persiapan pelaksanaan sinoman kelas/sekolah  dalam grup Wa sinoman





Gamabar 3. Penyampaian materi pembuatan produk melalui WA





Gambar 4. Sosialiasai impilikasi tradisi sinoman di kelas/sekolah kepada wali murid







Gambar 5. Memeras santan untuk bahan membuat kue pipis nagasari 




Gambar 6. Membuat adonan kue pipis/nagasari gulung isi nangka coklat dan pisang coklat





Gambar 7. Proses mengukus kue pipis/ nagasari gulung isi nagka coklat dan pisang coklat




   

   Gambar 8. Penyajian Kue pipis/ Nagasari Gulung isi nangka coklat dan pisang coklat



       Link video lengkap pelaksanaan kegiatan sinoman kelas 6  SDN Sawojajar 02

       https://www.youtube.com/watch?v=leZ9anDM_A8&t=460s



No comments:

Post a Comment

Jurnal Monolog- Keputusan dalam Dilema Etika (Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran)

  Jurnal Monolog- Keputusan dalam Dilema Etika Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran Saya mendapatkan materi yang sangat l...