Thursday, January 21, 2021

Membangun Budaya Positif dengan Membuat Kesepakatan Kelas/Sekolah dan Membentuk Pengurus Komunitas Parenting Kelas/Sekolah

 Membangun Budaya Positif dengan Membuat Kesepakatan Kelas/Sekolah dan Membentuk Pengurus Komunitas Parenting Kelas/Sekolah

G:\File Pendamping Guru Penggerak\Modul 1 PGP\1.4\kesepakatan kelas 5.jpg

C:\Users\AXIO\Downloads\WhatsApp Image 2021-01-21 at 10.10.29.jpeg

  1. Latar Belakang

Budaya adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Karena budaya adalah produk dari manusia, keterbentukan budaya sangat tergantung dari pemikiran dan aktvitas serta interaksi sosial manusia. Budaya terbentuk sebagai sarana yang membantu manusia mengatur dan memudahkan kehidupan sehari-hari manusia baik secara individu maupun secara sosial. 

Sekolah sebagai salah satu pranata pendidikan tak terlepas dari pembentukan budaya yang terbentuk di dalamnya. Warga sekolah yang terdiri kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, staf sekolah, murid dan wali murid adalah elemen utama yang berpengaruh terhadap budaya yang tumbuh dan berkembang di sekolah. Sekolah diharapkan menjadi penerus dan pembentuk budaya-budaya sekolah yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

Budaya positif adalah budaya yang dibangun dengan mengedepankan rasa saling menyayangi,menghormati dan menghargai yang ditunjukkan komunikasi yang harmonis dengan mengedapankan komunikasi dua arah yang terbuka dengan tujuan mewujudkan kebahagiaan bersama. Budaya positif dibentuk mulai dari kata-kata positif, pikiran positif dan pencarian solusi bersama. Kekerasan, kata-kata negatif tidak dipakai dalam pembentukan budaya positif.

Sekolah sebagai lembaga negara atau lembaga masyarakat harus menjadi penggerak terbentuk budaya positif di sekolah yang akan berimbas pada budaya positif di keluarga, lingkungan dan bangsa. Sekolah yang nyaman dan aman serta membuat bahagia seluruh warga dapat terwujud dengan budaya positif. 

SDN Sawojajar 02 sebagai salah satu lembaga pendidikan negara, termasuk sekolah yang penuh kesederhanaan. Fasilitas prasarana pendidikan di dalamnya juga sederhana. Jumlah kelas hanya memadai kelas tunggal dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Perpustakaan dan tempat ibadah tidak punya. Penghijauan di sekolah masih sangat kurang. Fasilitas kelas tersedia kursi dan meja yang masih layak, tapi papan tulis masih menggunakan blakcboard dan kapur sebagai alat tulisnya. Interaksi antar warga sekolah,guru dan murid, guru dan walimurid  belum begitu dekat. Sosialisasi visi dan misi serta tata tertib sekolah atau kelas belum bisa diakses oleh semua warga sekolah. Semangat belajar murid SDN Sawojajar 02 menjadi belum begitu tinggi sebagai imbas kondisi tersebut.

Kondisi SDN Sawojajar 02 tersebut itulah yang membuat saya memilih untuk membangun budaya positif sekolah dengan membuat kesepakatan kelas s hal dan komunitas parenting. Sebagai guru penggerak saya mencoba merintis kedua hal tersebut dengan harapan menjadi program sekolah untuk selanjutnya.


  1. Deskripsi Aksi Nyata

  1. Pembuatan Kesepakatan Kelas

Kesepakatan Kelas adalah kesepakatan tentang tatanan/aturan  yang dibuat oleh murid yang dipandu oleh guru yang tujuan utamanya untuk menciptakan lingkungan dan interaksi yang nyaman, aman, dan membuat bahagia semua warga kelas dalam melaksanakan kegiatan belajar yang bermakna. Dalam Kesepakatan Kelas Ide-ide kesepakatan kelas berasal dari seluruh murid, peran guru sebagai pemandu merangsang munculnya, memperbaiki dan melengkapi serta menyatukan semua ide-ide kesepakatan kelas dari murid menjadi kesepakatan kelas yang baik. 

Kesepakatan kelas merupakan satu langkah dalam membangun budaya positif disekolah. Oleh karena itu kata-kata positif menjadi pilihan utama dalam setiap rumusan kalimat kesepakatan kelas. Hindari kata jangan, tidak, dilarang atau kata-kata lain yang mengandung kata-kata negatif. Kata negatif tidak dianjurkan dalam membuat  kesepakatan kelas dikandung maksud unmtuk menghilangkan rasa tekanan pada murid.

Setelah Kesepakatan Kelas terbentuk, selanjutnya seluruh warga kelas yaitu guru dan seluruh murid menanda tangani. Kemudian ditempel di tempat yang mudah dilihat dan dibaca semua warga kelas. Setiap bulan diadakan evaluasi bersama terhadap pelaksanaan kesepakatan kelas dan juga revisi jika diperlukan

Langkah-langkah dalam membuat kesepekatan kelas yang saya laksanakan, antara lain :

  1. Membuat kesepakatan dengan murid untuk pertemuan khusus membuat kesepakatan kelas

  2. Munculkan pertanyaan pemantik 

“Murid-murid yang hebat, apakah kalian punya impian tentang suatu kelas yang kalian idam-idamkan?”

“Gambarkan dalam beberapa kalimat kelas ideal yang kalian idam-idamkan tersebut”

  1. Memberikan arahan apa saja yang perlu diatur dalam kesepakatan kelas

Panduan guru 

“Untuk mewujudkan kelas yang kalian ideal yang kalian idam-idamkan yang membuat semuanya nyaman, aman dan bisa belajar dengan efektif, silakan murid usulkan ide-ide kalian yang akan dijadikan panduan sebagai tata tertib/aturan dalam sebuah kesepakatan kelas.

Sebagai arahan ide usulan kesepakatan kelas, berikut panduannya isi usulan ide kesepakatan:

  1. Interaksi antar murid 

  2. Interaksi antara murid dan guru

  3. Interaksi tingkah laku

  4. Semangat kelas

Tuliskan dalam kalimat pendek yang mudah dipahami.”

  1. Memberikan waktu dan kesempatan semua murid dapat memberikan usulannya, usulan bisa ditulis lalu dibacakan guru atau murid membacakan sendiri.

  2. Menuliskan semua usulan ide kesepakatan kelas di papan tulis sebagai rancangan kesepakatan kelas.

  3. Bacakan hasil rekap usulan kesepakatan kelas, lalu guru bersama murid membahas ide mana yang bisa diterima, dan mana yang dihilangkan. Untuk usulan yang dihilangkan guru memberikan penjelasan yang positif agar tidak merendahkan murid yang mengusulkan.

  4. Guru memandu untuk menyatukan ide-ide kesepakatan kelas yang sejenis dalam sebuah kalimat yang positif

  5. Setelah rancangan kesepakatan selesai diperbaiki dan disempurnakan dan diterima semua yang hadir dalam pembuatan kesepakatan kelas, kemudian ditulis dalam kertas.

  6. Langkah akhir pembuatan kesepakatan kelas, guru dan murid-murid lalu menanda tangani kesepakatan kelas tersebut. 

  7. Pasang Kesepakatan kelas ditempat yang mudah dilihat dan dibaca oleh semua warga kelas

  8. Tekankan pada murid-murid bahwa tak ada hukuman dalam kesepakatan kelas tapi ingatkan tentang sebuah konsekuensi terhadap setiap pelanggaran kesepakatan. Dalam penerapan budaya positif selalu utamakan diskusi yang bersahabat apabila terjadi suatu kesalahan, cari sumber masalahnya dan bahas solusi bersama.

  1. Pembentukan komunitas orang tua/wali murid

Orang tua/wali murid adalah bagian yang tak terpisah dalam pembentukan budaya positif. Dengan dibentuknya komunitas parenting diharapkan peran serta wali murid dalam mendukung dan menguatkan penerapan budaya positif di kelas atau sekolah lebih nyata. 

Berikut langkah-langkah saya dalam membentuk komunitas parenting kelas, yaitu

  1. Sosialisasi tentang komunitas parenting kepada orang tua

  2. Membuat pertemuan khusus untuk membentuk komunitas parenting/orang tua kelas

  3. Pada pertemuan pembuatan komunitas diawali dengan pertanyaan pemantik

Contoh kalimat panduan 

“ Apakah Bapak/ibu mempunyai impian kelas yang didambakan untuk anak-anak bapak ibu?

Bapak/ibu orang tua/ wali murid yang luar biasa, mohon berkenan ungkapkan kelas ideal yang di dambakan bapak/ibu semua”

  1. Semua orang tua/wali murid yang hadir diberikan kesempatan untuk menuliskan atau mengungkapkan impian kelas yang didambakan untuk anak mereka satu persatu.

  2. Orang tua/wali diajak/diarahkan untuk mewujudkan impian mereka tersebut dengan membentuk komunitas parenting

Panduan guru 

“Bapak/Ibu saya sungguh terharu dengan impian bapak/ibu semua, saya akan sangat merasa bahagia seandaianya bisa mewujudkan impian tersebut. Akn tetapi saya sendirian pastilah tidak mampu. Bapak/ibulah kekuatan dan pendukung utama yang mampu mewujudkan impian bapak/ibu untuk membuat kelas yang didambakan semuanya. Bagaimana kalau selanjutnya dibentuk komunitas parenting/orang tua kelas agar peranan bapak ibu lebih terarah dan terorganisir.

  1. Guru memandu untuk membentuk kepengurusan komunitas parenting kelas serta membahas bersama kesepakatan komunitas kelas

  2. Untuk komunikasi secara online dibuatkan grup medsos komunitas parenting kelas



  1. Hasil dari Aksi Nyata

Hasil dari Aksi nyata kegita PESTA (petualangan Semesta) yang sudah dilaksanakan di kelas 5 SDN Sawojajar 02, antara lain:

  1. Terbentuknya Kesepakatan kelas 5 SDN Sawojajar

  2. Terbentuknya komunitas parenting /orang tua kelas 5 SDN Sawojajar 02

  3. Terjalin hubungan yang dekat diantara semua warga kelas/sekolah


  1. Pembelajaran dari Aksi Nyata

  1. Kegagalan

Kegagalan dari kegiatan pembuatan kesepakatan kelas dan komunitas parenting di SDN Sawojajar 02 adalah dilaksanakan

  1. Hanya satu kelas yang sudah berhasil membuat kesepakatan kelas dan komunitas parenting,yaitu kelas v 

  2. Belum sepenuhnya seluruh murid dalam satu kelas yang berperan serta dalam pembuatan kesepakatan kelas

  3. Hanya sebagian kecil orang tua.wali murid yang menghadiri pembentukan

  4. Kesepakatan kelas yang terbentuk belum banyak dipatuhi seluruh murid 

  5. Komunitas parenting kelas belum begitu aktif dalam komunikasi dan peranan dalam membangun kelas atau sekolah

  6. Sekolah belum begitu merespon keberlanjutan pembuatan kesepakatan kelas dan komunitas parenting kelas


  1. Keberhasilan

Keberhasilan dari kegiatan Aksi Nyata PESTA di kelas 5 SDN Sawojajar 02 yang sudah dilaksanakan:

  1. Berhasil membuat kesepakatan kelas dan komunitas di satu kelas yaitu kelas 5

  2. Sebagaian murid dan orang tua sudah mulai terjalin hubungan dan kepedulian yang positif terhadap kelas atau sekolah

  3. Semangat murid dalam merawat dan menjaga  sekolah sebagian besar sudah terlihat nyata

  4. Semangat belajar semakin meningkat

  5. Keakraban dan kedekatan antara murid, orang tua dan guru terjalin semakin baik



  1. Perbaikan

Dengan mengevaluasi dan menganalisa kegagalan dari kegiatan PESTA yang sudah dilaksanakan, maka Perbaikan pelaksanaan PESTA yang dilakukan dimasa mendatang, antara lain:

  1. Terus melakukan sosialisasi pelaksanaan kesepakatan kelas

  2. Meningkatkan komunikasi dalam komunitas parenting

  3. Terus mengajak semua warga sekolah, pemangku kepentingan sekolah untuk membangun budya positif di kelas/sekolah

  4. Dokumentasi setiap aktivitas kelas dengan rapi

  5. Evaluasi secara konsisten dari pelaksanaan kesepakatan kelas dan keatifan komunitas parenting



Lampiran-lampiran





C:\Users\AXIO\Downloads\WhatsApp Image 2021-01-21 at 10.27.08.jpeg

Gambar 1

Contoh ungkapan harapan dan gambaran kelas ideal yang didambakan dari Erliana murid kelas 5 SDN Sawojajar 02




C:\Users\AXIO\Downloads\WhatsApp Image 2021-01-21 at 10.27.50.jpeg

Gambar 2

Contoh ungkapan harapan dan gambaran kelas ideal yang didambakan dari Selvi murid kelas 5 SDN Sawojajar 02



G:\File Pendamping Guru Penggerak\Modul 1 PGP\1.4\kesepakatan kelas 5a.jpg


Gambar 3 Guru memandu arahan ide-ide usulan murid dalam membuat rancangan kesepakatan kelas




G:\File Pendamping Guru Penggerak\Modul 1 PGP\1.4\survey kesepakatan kelas.jpgG:\File Pendamping Guru Penggerak\Modul 1 PGP\1.4\revisi survey kesepkatan kelas.jpg

 


Gambar 4 Murid-murid kelas 5 sedang menuliskan ide-ide usulan rancangan kesepakatan kelas


G:\File Pendamping Guru Penggerak\Modul 1 PGP\1.4\hasil isian survey rancangan kesepakatan kelas.jpg



Gambar 5.

Contoh beberapa lembar ide-ide usulan rancangan kesepakatan kelas murid kelas 5 SDN Sawojajar 02. 


G:\File Pendamping Guru Penggerak\Modul 1 PGP\1.4\Pembahasan survey kesepakatan kelas.jpg

Gambar 6 Guru membacakan setiap ide ususlan rancangan kesepakatan kelas dan mencatatnya dan dibahas bersama murid untuk dijadikan poin-poin kesepakatan kelas 


G:\File Pendamping Guru Penggerak\Modul 1 PGP\1.4\WhatsApp Image 2020-12-05 at 11.31.20.jpg


Link Video testimony murid tentang kesepakatan kelas
https://drive.google.com/file/d/1bz1PlVi8kNkbY-7BDQ4tZELzZ_eatdae/view?usp=sharing




G:\Video Kelas 5 Matahari\Parenting\guru membuka dan memandu pembentukan komunitas parenting.jpg



Gambar  8

Guru membuka dan memandu kegiatan pembentukan komunitas parenting kelas





G:\Video Kelas 5 Matahari\Parenting\orang tua harapan kelas ideal untuk anak dalam pembentukan komunitas parenting.jpg



Gambar  9

Orang tua/wali murid sedang menuliskan ide usulan kegiatan pembentukan komunitas parenting kelas



G:\Video Kelas 5 Matahari\Parenting\orang tua memabacakn usulan dan harapan dalam pembentukan komunitas parenting kelas.jpg

 Gambar 10

Orang tua/wali murid membacakan harapan/impian kelas yang didambakan untuk anak-anak 


C:\Users\AXIO\Downloads\WhatsApp Image 2021-01-21 at 12.00.10.jpeg



Gambar 11. Pengumuman hasil pembentukan pengurus komunitas parenting kelas 5 SDN Sawojajar 02 melalui whatsapp grup 


Link video kegiatan komunitas parenting

https://youtu.be/FabGV7fRMhg



Saturday, January 16, 2021

Mewujudkan Visi Merdeka Belajar melalui kegiatan Pesta (Petualangan Semesta)

Kegiatan Pesta (Petualang Semesta) dalam Pembelajaran di Sekolah sebagai salah satu langkah

dalam Mewujudkan Visi Merdeka Belajar


G:\File Pendamping Guru Penggerak\Modul 1 PGP\1.3\cover pesta.jpg

  1. Latar Belakang

Pendidikan pada manusia sejatinya sudah berlangsung sejak manusia berada dalam kandungan.

Percakapapan sang bunda dan ayah tercinta terhadap janin merupakan awal proses pendidikan

manusia di dalam kandungan. Setelah lahir pendidikan berlanjut dengan interaksi yang lebih nyata

dengan mengenalkan bayi pada ketrampilan hidup dan pengenalan lingkungan. Ya, semua yang

ada disekeling manusia adalah sumber belajar. Pembelajaran dalam pendidikan sejatinya paling

utama dan pertama adalah belajar dari alam lingkungan sekitar manusia. SDN Sawojajar 02 yang

terletak di pedesaan pesisir laut utara Pulau Jawa di Kecamatan Wanasari Kabupaten brebes

mempunyai Alam yang sangat indah dan kaya. SDN Sawojajar 02 berada di wilayah yang

mempunyai daerah pertanian, perikanan, kelautan, dekat pasar dan tempat wisata Pulau Cemara

adalah suatu kondisi yang sangat luar biasa dan sangat mendukung untuk proses belajar. Alam

sekitar SDN Sawojajar memberikan sumber belajar yang cukup lengkap.

Dari latar belakang itulah saya membuat dan melaksanakan program kegiatan PESTA dalam

pembelajaran, yaitu Petualangan Semesta. Pesta diharapkan dapat mewujudkan visi pembelajaran

Merdeka dengan menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif.

Alasan saya membuat program Pesta adalah melaksnakan proses belajar yang lebih bermakna dan

lebih nyata, murid lebih mengenali potensi lingkungan alam sendiri dan menjadikan alam sekitar

sebagai sumber belajar serta media merangsang inspirasi untuk kemajuan desanya.

Dengan kegiatan PESTA murid menjadi terangsang, dan terbiasa mempelajari lingkungan dan

alam yang ia hadapai, dengan demikian murid bisa belajar bisa dimana saja dan kapan saja.

  1. Deskripsi Aksi Nyata

PESTA adalah kependekan dari Petualangan Semesta yaitu kegiatan belajar di luar kelas dengan

melakukan perjalanan di lingkungan atau alam dan memanfaatkan lingkungan sebagai tempat dan

sumber belajar. Kegiatan PESTA di SDN Sawojajar 02, sudah mulai dilaksanakan dalam kegiatan

pembelajaran di kelas 5  sejak tahun pelajaran 2020-2021. 

Dalam Pelaksanaan PESTA tujuan utamanya adalah mencari sumber belajar nyata yang ada di

lingkungan atau alam yang berkaitan materi pembelajaran tema yang sedang dibahas, akan tetapi

tidak membatasi muncul pembahasan di luar materi utama yang terpenting adalah materi itu

dibutuhkan murid dan sesuai dengan perkembangan usia dan pemikirannya. Hal yang paling esensi

dari Kegiatan PESTA adalah munculnya motivasi intrinsik untuk lebih bersemangat dalam belajar

dan munculnya inspirasi-inspirasi murid. Dalam suasana PESTA yang penuh kegembiraan membuat

kemerdekaan belajar lebih terwujud.

Tempat yang bisa dijadikan tujuan PESTA yaitu lingkungan alam baik lingkungan pemukiman,

industri, pertanian, peternakan, laut sungai dsb yang berada di dekat sekolah ataupun lingkungan

rumah peserta didik maupun yang jaraknya jauh, yang terpenting adalah bisa dijangkau oleh murid.

Dalam perjalanan PESTA banyak hal yang akan ditemui murid yang bakal memunculkan rasa

keingintahuan mereka. Mungkin ada tantangan yang bakal dilewati seperti jalan yang tidak mulus

atau kejadian lain, kondisi ini mengajarkan beberapa sikap hidup dalam penemuan solusi cepat

terhadap masalah yang ditemui. 

Kegiatan PESTA yang sudah dilaksanakan murid kelas 5 SDN Sawojajar 02 Tahun pelajaran

2020/2021, yaitu:

  1. Waktu : Semester 1 pada bulan November 2020

Tempat : PESTA di Wisata Pulau Cemara desa Sawojajar

Kegiatan : Belajar Konsep dasar Berhitung dengan memanfaatkan biji cemara atau kulit kerang

    Mengamati anggota ekosistem laut

  1. Waktu : Semester 2 pada bulan Januari 2021

Tempat : Pemukiman sekitar sekolah dan area tambak di desa Sawojajar

Kegiatan : Mengamati aktivitas penduduk yang memanfaatkan Panas

    Mengamati dan mempelajari pembuatan garam


Langkah-langkah dalam pelaksanaan Pesta dalam pembelajaran disekolah:

  1. Sosialisasi dengan program PESTA kepala sekolah, dewan guru, wali murid dan murid;

  2. Pemetaan materi pelajaran yang menjadi arahan utama PESTA;

  3. Pembuatan Jadwal pelaksanaan PESTA;

  4. Membuat rute PESTA yang akan dilaksanakan;

  5. Penyiapan perlengkapan yang akan dibutuhkan dalam pelaksanaan PESTA;

  6. Pendokumentasian pelaksanaan PESTA; dan

  7. Evaluasi kegiatan PESTA yang dilaksanakan.

Manfaat Kegiatan PESTA dalam pembelajaran sekolah antara lain:

  1. Memberikan pembelajaran nyata yang lebih bermakna dan menyenangkan;

  2. Membentuk mental murid lebih tangguh menghadapi tantangan;

  3. Memberikan pengalaman yang berkesan dalam pembelajaran;

  4. Menjadikan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar;

  5. Memperluas cakrawala pemikiran murid;

  6. Membuat murid lebih mengenali lingkungan sekitarnya;dan

  7. Merangsang munculnya ide kreatif murid dalam merawat, melestarikan dan memanfaat lingkungan dengan bijak.

  8. Menumbuhkan motivasi intrinsik belajar lebih kuat


  1. Hasil dari Aksi Nyata

Hasil dari Aksi nyata kegita PESTA (petualangan Semesta) yang sudah dilaksanakan di kelas 5

SDN Sawojajar 02, antara lain:

  1. Foto dan Video Pelaksanaan PESTA

  2. Pemantapan pemahaman murid terhadap materi yang dihadapi

  3. Pengalaman belajar nyata dan berkesan bagi murid

  4. Semangat belajar meningkat


  1. Pembelajaran dari Aksi Nyata

  1. Kegagalan

Kegagalan dari kegiatan Aksi Nyata PESTA di kelas 5 SDN Sawojajar 02 yang sudah dilaksanakan

  1. Video dokumentasi belum lengkap, dari awal sampai akhir

  2. Peserta masih sedikit, tantangan masa pandemi

  3. Laporan murid dari kegiatan PESTA banyak yang belum buat

  4. Pelaksanaan kegiatan Pesta belum teratur sesuai jadwal

  1. Keberhasilan

Keberhasilan dari kegiatan Aksi Nyata PESTA di kelas 5 SDN Sawojajar 02 yang sudah dilaksanakan:

  1. Berhasil melaksanakan kegiatan PESTA sekolah murid kelas 5 sebanyak 3 kali

  2. Semangat murid yang mengikuti sangat tinggi

  3. Menggugah motivasi belajar murid lebih besar

  4. Membuat para murid sangat senang mengikuti kegiatan PESTA

  5. Pelaksanaan Pesta berjalan dengan baik dari awal sampai akhir sesuai tak ada kendala


  1. Perbaikan

Dengan mengevaluasi dan menganalisa kegagalan dari kegiatan PESTA yang sudah dilaksanakan,

maka Perbaikan pelaksanaan PESTA yang dilakukan dimasa mendatang, antara lain:

  1. Terus melakukan sosialisasi terhadap kegiatan PESTA kepada seluruh warga sekolah

  2. Membuat perencanaan skenario yang matang sebelum pelaksanaan PESTA di hari H agar dokumentasi video lebih runtut dan menarik

  3. Membentuk tim pembagian tugas dalam pelaksanaan PESTA

  4. Persiapan perbekalan yang lebih lengkap, mulai dari P3K, minuman dan makanan,dsb

  5. Penyiapan perlengkapan dokumentasi yang lebih matang terutama camera agar tidak kehabisan baterai.

  6. Pemberian panduan Pelaksanaan dan pembuatan laporan kegiatan PESTA pada murid


Lampiran-lampiran


C:\Users\AXIO\Downloads\WhatsApp Image 2021-01-16 at 20.05.46.jpeg

Gambar 1 sosialisasi kegiatan PESTA kepada kepada kepala sekolah dan dewan guru SDN Sawojajar 02 melalui Whatsapp


C:\Users\AXIO\Downloads\WhatsApp Image 2021-01-16 at 20.05.33.jpeg

Gambar 2 Sosialisasi Kegiatan Pesta kepada orang tua dan murid kelas 5 SDN Sawojajar 02





G:\Video Kelas 5 Matahari\Pesta  1\pesta cemara 3.jpg

Gambar 3.

Pelaksanaan Kegiatan PESTA (Petualangan Semesta) pada semester 1 di Wisata Pulau Cemara, kegiatan belajar

konsep perkalian dengan memanfaatkan biji cemara atau kulit kerang dan mengamati ekosistem pantai atau laut



G:\Video Kelas 5 Matahari\pesta 2\Pesta 2a.jpg

Gambar 4 

Pelaksanaank egiatan PESTA pada semester 1 dilingkungan sekitar sekolah dan area tambak garam

Desa Sawojajar kec. Wanasari Kabupaten Brebes 

“Kegiatan Pesta Kali ini merupakan bagian merdeka belajar kaitan utama dengan pembelajaran

kelas 5 tema 6 Masyarakat Sejahtera, mengamati secara langsung tentang aktivitas masyarakat

mewujudkan kesejahteraan dengan pemanfaatan energi panas matahari di lingkungan”


Link Video yotube kegiatan Pesta di Wisata Pulau Cemara Desa Sawojajar

https://youtu.be/mK2yP_in64g


Link  video yotube kegiatan Pesta mengamati pemanfaatan energi panas matahari di lingkungan :

https://youtu.be/r4mDfntglBs

Salam dan Bahagia

Jurnal Monolog- Keputusan dalam Dilema Etika (Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran)

  Jurnal Monolog- Keputusan dalam Dilema Etika Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran Saya mendapatkan materi yang sangat l...