Membangun Budaya Positif dengan Membuat Kesepakatan Kelas/Sekolah dan Membentuk Pengurus Komunitas Parenting Kelas/Sekolah
Latar Belakang
Budaya adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Karena budaya adalah produk dari manusia, keterbentukan budaya sangat tergantung dari pemikiran dan aktvitas serta interaksi sosial manusia. Budaya terbentuk sebagai sarana yang membantu manusia mengatur dan memudahkan kehidupan sehari-hari manusia baik secara individu maupun secara sosial.
Sekolah sebagai salah satu pranata pendidikan tak terlepas dari pembentukan budaya yang terbentuk di dalamnya. Warga sekolah yang terdiri kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, staf sekolah, murid dan wali murid adalah elemen utama yang berpengaruh terhadap budaya yang tumbuh dan berkembang di sekolah. Sekolah diharapkan menjadi penerus dan pembentuk budaya-budaya sekolah yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
Budaya positif adalah budaya yang dibangun dengan mengedepankan rasa saling menyayangi,menghormati dan menghargai yang ditunjukkan komunikasi yang harmonis dengan mengedapankan komunikasi dua arah yang terbuka dengan tujuan mewujudkan kebahagiaan bersama. Budaya positif dibentuk mulai dari kata-kata positif, pikiran positif dan pencarian solusi bersama. Kekerasan, kata-kata negatif tidak dipakai dalam pembentukan budaya positif.
Sekolah sebagai lembaga negara atau lembaga masyarakat harus menjadi penggerak terbentuk budaya positif di sekolah yang akan berimbas pada budaya positif di keluarga, lingkungan dan bangsa. Sekolah yang nyaman dan aman serta membuat bahagia seluruh warga dapat terwujud dengan budaya positif.
SDN Sawojajar 02 sebagai salah satu lembaga pendidikan negara, termasuk sekolah yang penuh kesederhanaan. Fasilitas prasarana pendidikan di dalamnya juga sederhana. Jumlah kelas hanya memadai kelas tunggal dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Perpustakaan dan tempat ibadah tidak punya. Penghijauan di sekolah masih sangat kurang. Fasilitas kelas tersedia kursi dan meja yang masih layak, tapi papan tulis masih menggunakan blakcboard dan kapur sebagai alat tulisnya. Interaksi antar warga sekolah,guru dan murid, guru dan walimurid belum begitu dekat. Sosialisasi visi dan misi serta tata tertib sekolah atau kelas belum bisa diakses oleh semua warga sekolah. Semangat belajar murid SDN Sawojajar 02 menjadi belum begitu tinggi sebagai imbas kondisi tersebut.
Kondisi SDN Sawojajar 02 tersebut itulah yang membuat saya memilih untuk membangun budaya positif sekolah dengan membuat kesepakatan kelas s hal dan komunitas parenting. Sebagai guru penggerak saya mencoba merintis kedua hal tersebut dengan harapan menjadi program sekolah untuk selanjutnya.
Deskripsi Aksi Nyata
Pembuatan Kesepakatan Kelas
Kesepakatan Kelas adalah kesepakatan tentang tatanan/aturan yang dibuat oleh murid yang dipandu oleh guru yang tujuan utamanya untuk menciptakan lingkungan dan interaksi yang nyaman, aman, dan membuat bahagia semua warga kelas dalam melaksanakan kegiatan belajar yang bermakna. Dalam Kesepakatan Kelas Ide-ide kesepakatan kelas berasal dari seluruh murid, peran guru sebagai pemandu merangsang munculnya, memperbaiki dan melengkapi serta menyatukan semua ide-ide kesepakatan kelas dari murid menjadi kesepakatan kelas yang baik.
Kesepakatan kelas merupakan satu langkah dalam membangun budaya positif disekolah. Oleh karena itu kata-kata positif menjadi pilihan utama dalam setiap rumusan kalimat kesepakatan kelas. Hindari kata jangan, tidak, dilarang atau kata-kata lain yang mengandung kata-kata negatif. Kata negatif tidak dianjurkan dalam membuat kesepakatan kelas dikandung maksud unmtuk menghilangkan rasa tekanan pada murid.
Setelah Kesepakatan Kelas terbentuk, selanjutnya seluruh warga kelas yaitu guru dan seluruh murid menanda tangani. Kemudian ditempel di tempat yang mudah dilihat dan dibaca semua warga kelas. Setiap bulan diadakan evaluasi bersama terhadap pelaksanaan kesepakatan kelas dan juga revisi jika diperlukan
Langkah-langkah dalam membuat kesepekatan kelas yang saya laksanakan, antara lain :
Membuat kesepakatan dengan murid untuk pertemuan khusus membuat kesepakatan kelas
Munculkan pertanyaan pemantik
“Murid-murid yang hebat, apakah kalian punya impian tentang suatu kelas yang kalian idam-idamkan?”
“Gambarkan dalam beberapa kalimat kelas ideal yang kalian idam-idamkan tersebut”
Memberikan arahan apa saja yang perlu diatur dalam kesepakatan kelas
Panduan guru
“Untuk mewujudkan kelas yang kalian ideal yang kalian idam-idamkan yang membuat semuanya nyaman, aman dan bisa belajar dengan efektif, silakan murid usulkan ide-ide kalian yang akan dijadikan panduan sebagai tata tertib/aturan dalam sebuah kesepakatan kelas.
Sebagai arahan ide usulan kesepakatan kelas, berikut panduannya isi usulan ide kesepakatan:
Interaksi antar murid
Interaksi antara murid dan guru
Interaksi tingkah laku
Semangat kelas
Tuliskan dalam kalimat pendek yang mudah dipahami.”
Memberikan waktu dan kesempatan semua murid dapat memberikan usulannya, usulan bisa ditulis lalu dibacakan guru atau murid membacakan sendiri.
Menuliskan semua usulan ide kesepakatan kelas di papan tulis sebagai rancangan kesepakatan kelas.
Bacakan hasil rekap usulan kesepakatan kelas, lalu guru bersama murid membahas ide mana yang bisa diterima, dan mana yang dihilangkan. Untuk usulan yang dihilangkan guru memberikan penjelasan yang positif agar tidak merendahkan murid yang mengusulkan.
Guru memandu untuk menyatukan ide-ide kesepakatan kelas yang sejenis dalam sebuah kalimat yang positif
Setelah rancangan kesepakatan selesai diperbaiki dan disempurnakan dan diterima semua yang hadir dalam pembuatan kesepakatan kelas, kemudian ditulis dalam kertas.
Langkah akhir pembuatan kesepakatan kelas, guru dan murid-murid lalu menanda tangani kesepakatan kelas tersebut.
Pasang Kesepakatan kelas ditempat yang mudah dilihat dan dibaca oleh semua warga kelas
Tekankan pada murid-murid bahwa tak ada hukuman dalam kesepakatan kelas tapi ingatkan tentang sebuah konsekuensi terhadap setiap pelanggaran kesepakatan. Dalam penerapan budaya positif selalu utamakan diskusi yang bersahabat apabila terjadi suatu kesalahan, cari sumber masalahnya dan bahas solusi bersama.
Pembentukan komunitas orang tua/wali murid
Orang tua/wali murid adalah bagian yang tak terpisah dalam pembentukan budaya positif. Dengan dibentuknya komunitas parenting diharapkan peran serta wali murid dalam mendukung dan menguatkan penerapan budaya positif di kelas atau sekolah lebih nyata.
Berikut langkah-langkah saya dalam membentuk komunitas parenting kelas, yaitu
Sosialisasi tentang komunitas parenting kepada orang tua
Membuat pertemuan khusus untuk membentuk komunitas parenting/orang tua kelas
Pada pertemuan pembuatan komunitas diawali dengan pertanyaan pemantik
Contoh kalimat panduan
“ Apakah Bapak/ibu mempunyai impian kelas yang didambakan untuk anak-anak bapak ibu?
Bapak/ibu orang tua/ wali murid yang luar biasa, mohon berkenan ungkapkan kelas ideal yang di dambakan bapak/ibu semua”
Semua orang tua/wali murid yang hadir diberikan kesempatan untuk menuliskan atau mengungkapkan impian kelas yang didambakan untuk anak mereka satu persatu.
Orang tua/wali diajak/diarahkan untuk mewujudkan impian mereka tersebut dengan membentuk komunitas parenting
Panduan guru
“Bapak/Ibu saya sungguh terharu dengan impian bapak/ibu semua, saya akan sangat merasa bahagia seandaianya bisa mewujudkan impian tersebut. Akn tetapi saya sendirian pastilah tidak mampu. Bapak/ibulah kekuatan dan pendukung utama yang mampu mewujudkan impian bapak/ibu untuk membuat kelas yang didambakan semuanya. Bagaimana kalau selanjutnya dibentuk komunitas parenting/orang tua kelas agar peranan bapak ibu lebih terarah dan terorganisir.
Guru memandu untuk membentuk kepengurusan komunitas parenting kelas serta membahas bersama kesepakatan komunitas kelas
Untuk komunikasi secara online dibuatkan grup medsos komunitas parenting kelas
Hasil dari Aksi Nyata
Hasil dari Aksi nyata kegita PESTA (petualangan Semesta) yang sudah dilaksanakan di kelas 5 SDN Sawojajar 02, antara lain:
Terbentuknya Kesepakatan kelas 5 SDN Sawojajar
Terbentuknya komunitas parenting /orang tua kelas 5 SDN Sawojajar 02
Terjalin hubungan yang dekat diantara semua warga kelas/sekolah
Pembelajaran dari Aksi Nyata
Kegagalan
Kegagalan dari kegiatan pembuatan kesepakatan kelas dan komunitas parenting di SDN Sawojajar 02 adalah dilaksanakan
Hanya satu kelas yang sudah berhasil membuat kesepakatan kelas dan komunitas parenting,yaitu kelas v
Belum sepenuhnya seluruh murid dalam satu kelas yang berperan serta dalam pembuatan kesepakatan kelas
Hanya sebagian kecil orang tua.wali murid yang menghadiri pembentukan
Kesepakatan kelas yang terbentuk belum banyak dipatuhi seluruh murid
Komunitas parenting kelas belum begitu aktif dalam komunikasi dan peranan dalam membangun kelas atau sekolah
Sekolah belum begitu merespon keberlanjutan pembuatan kesepakatan kelas dan komunitas parenting kelas
Keberhasilan
Keberhasilan dari kegiatan Aksi Nyata PESTA di kelas 5 SDN Sawojajar 02 yang sudah dilaksanakan:
Berhasil membuat kesepakatan kelas dan komunitas di satu kelas yaitu kelas 5
Sebagaian murid dan orang tua sudah mulai terjalin hubungan dan kepedulian yang positif terhadap kelas atau sekolah
Semangat murid dalam merawat dan menjaga sekolah sebagian besar sudah terlihat nyata
Semangat belajar semakin meningkat
Keakraban dan kedekatan antara murid, orang tua dan guru terjalin semakin baik
Perbaikan
Dengan mengevaluasi dan menganalisa kegagalan dari kegiatan PESTA yang sudah dilaksanakan, maka Perbaikan pelaksanaan PESTA yang dilakukan dimasa mendatang, antara lain:
Terus melakukan sosialisasi pelaksanaan kesepakatan kelas
Meningkatkan komunikasi dalam komunitas parenting
Terus mengajak semua warga sekolah, pemangku kepentingan sekolah untuk membangun budya positif di kelas/sekolah
Dokumentasi setiap aktivitas kelas dengan rapi
Evaluasi secara konsisten dari pelaksanaan kesepakatan kelas dan keatifan komunitas parenting
Lampiran-lampiran
Gambar 1
Contoh ungkapan harapan dan gambaran kelas ideal yang didambakan dari Erliana murid kelas 5 SDN Sawojajar 02
Gambar 2
Contoh ungkapan harapan dan gambaran kelas ideal yang didambakan dari Selvi murid kelas 5 SDN Sawojajar 02
Gambar 3 Guru memandu arahan ide-ide usulan murid dalam membuat rancangan kesepakatan kelas
Gambar 4 Murid-murid kelas 5 sedang menuliskan ide-ide usulan rancangan kesepakatan kelas
Gambar 5.
Contoh beberapa lembar ide-ide usulan rancangan kesepakatan kelas murid kelas 5 SDN Sawojajar 02.
Gambar 6 Guru membacakan setiap ide ususlan rancangan kesepakatan kelas dan mencatatnya dan dibahas bersama murid untuk dijadikan poin-poin kesepakatan kelas
Gambar 8
Guru membuka dan memandu kegiatan pembentukan komunitas parenting kelas
Gambar 9
Orang tua/wali murid sedang menuliskan ide usulan kegiatan pembentukan komunitas parenting kelas
Gambar 10
Orang tua/wali murid membacakan harapan/impian kelas yang didambakan untuk anak-anak
Gambar 11. Pengumuman hasil pembentukan pengurus komunitas parenting kelas 5 SDN Sawojajar 02 melalui whatsapp grup
Link video kegiatan komunitas parenting
No comments:
Post a Comment